DAY - 1
(14 Agustus, 2025)
Materi I : Pengembangan Karakter Mahasiswa
Oleh : AKBP. Vicky Dzulkarnain, M.M.
Society 5.0 adalah sebuah konsep warga yg berpusat pada manusia serta berbasis
teknologi, pada mana inovasi yg lahir berasal Revolusi Industri 4.0 dimanfaatkan buat mengatasi berbagai tantangan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia. pada era ini, pendidikan memiliki kiprah krusial tidak hanya pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga fokus pada pembentukan karakter, moral, serta keteladanan. Hal ini didasarkan di pemahaman bahwa meskipun teknologi mampu menggantikan sebagian akbar kiprah ilmu pengetahuan, namun kemampuan soft skill serta hard skill yang dimiliki insan tak bisa digantikan sang mesin.
Menuju visi Indonesia Emas, terdapat sejumlah tantangan yg harus dihadapi, antara lain kesenjangan ekonomi, ketimpangan pendidikan, serta meningkatnya intoleransi. buat mengatasinya, Society 5.0 menawarkan konvergensi yang lebih tinggi antara dunia nyata serta global maya. Jika pada masyarakat info (Society 4.0) data dikumpulkan dan dianalisis langsung sang manusia, maka pada Society 5.0 big data berasal dunia nyata dikumpulkan, dianalisis menggunakan kecerdasan sintesis (Artificial Intelligence), kemudian hasilnya disalurkan kembali ke dunia nyata pada bentuk solusi yg lebih efektif. namun, kemajuan teknologi juga membuka peluang lahirnya aneka macam bentuk kejahatan baru. di bidang kesehatan, muncul potensi penyalahgunaan berupa kloning DNA ilegal, rekayasa virus, sampai peretasan data medis. pada ranah komputer serta hiburan, ancaman mirip peretasan sistem terenkripsi, penyalahgunaan kecerdasan buatan, dan kegiatan ilegal berbasis VR atau robot sebagai perhatian berfokus. Selain itu, kejahatan budaya seperti subordinat genetik, pernikahan manusia dengan AI, sampai peretasan infrastruktur kota juga berpotensi terjadi. Tantangan lain termasuk rekayasa genetika binatang atau tumbuhan, sabotase pertanian, dan penyalahgunaan AI dalam global pendidikan yang dapat Mengganggu nilai kejujuran akademik. menjadi generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki kiprah krusial pada menghadapi era Society 5.0.
Mahasiswa dituntut untuk berkontribusi kepada masyarakat, bersikap disiplin, jujur, berintegritas, serta menghormati hak orang lain. Sikap patuh hukum, tanggung jawab, kerja keras, dan ketepatan waktu juga menjadi bekal utama. Selain itu, mahasiswa berperan aktif dalam menjaga ketertiban masyarakat, baik di lingkungan kampus maupun luar kampus, dengan menjunjung tinggi toleransi, melaporkan potensi gangguan kepada pihak berwenang, menjaga sarana prasarana kampus, serta mendorong kegiatan sosial melalui UKM. Mahasiswa juga diharapkan berpartisipasi dalam penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban melalui media sosial maupun media arus utama, sehingga mampu menjadi agen perubahan yang positif dalam era Society 5.0.
Materi II : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Oleh : Wakil Rektor Bidang Akademik Prof.Dr.Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.
Universitas Lampung (Unila) sedang mengembangkan berbagai strategi untuk menjadi universitas berdaya saing internasional. Dalam struktur manajemen, Unila dipimpin oleh Rektor dan beberapa Wakil Rektor yang membidangi akademik, keuangan, kemahasiswaan & alumni, serta perencanaan, kerja sama, dan teknologi informasi. Visi ini diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Dalam roadmap pengembangan, Unila menargetkan beberapa fase: 2022–2025 memperkuat pembelajaran berbasis riset; 2026–2030 fokus pada peningkatan daya saing regional dan internasional; 2031–2035 memperkuat penelitian dan menuju universitas berkarakter kewirausahaan; 2036–2040 memperkuat posisi sebagai entrepreneurial university; dan 2041–2045 mencapai fase stabil sebagai universitas wirausaha yang mapan.
Untuk menjamin mutu, Unila memiliki sistem penjaminan kualitas internal. Selain itu, Unila aktif mengejar akreditasi nasional maupun internasional. Akreditasi nasional mencakup 118 program studi. Sedangkan secara internasional, sudah ada program studi yang terakreditasi oleh lembaga seperti RSC, ASIIN, dan FIBAA. Data terbaru menunjukkan 1 program studi terakreditasi RSC, 15 oleh ASIIN, dan 14 oleh FIBAA.
Beberapa program studi yang telah mendapat akreditasi internasional dari ASIIN (Jerman) antara lain Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, serta Kedokteran. Sementara itu, akreditasi dari FIBAA (Jerman) diperoleh untuk bidang Ilmu Sosial dan Hukum, termasuk Sosiologi, Hukum (S1, S2, S3), serta Ilmu Ekonomi (S2 dan S3).
Selain akademik, Unila juga menekankan pada tiga pilar utama dalam layanan masyarakat: pengajaran, penelitian, dan kerja sama organisasi. Strategi unggulan Rektor untuk periode 2023–2027 diarahkan pada penguatan kontribusi kampus dalam bidang pendidikan, riset, serta kemitraan dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Materi III : Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Oleh : Komandan Korem 043/Gatam: Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M.
Memasuki tahun 2025, Indonesia menghadapi beragam tantangan yang kompleks di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta militer dan pertahanan.
Dalam aspek ideologi, penangkapan terhadap terduga teroris masih terjadi. Sejak awal tahun hingga saat ini, tercatat tiga kali penangkapan dengan total empat orang di beberapa wilayah, termasuk Bandung, Tangerang, dan Tasikmalaya. Fakta ini menunjukkan bahwa paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme masih menjadi ancaman nyata yang berpotensi memunculkan kembali sel-sel tidur di tengah masyarakat.
Situasi politik, ditandai dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 yang menjadi terbesar dalam sejarah, melibatkan 37 gubernur dan 508 bupati/wali kota. Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada tersebut dijadwalkan pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, dinamika politik nasional juga diwarnai aksi unjuk rasa besar yang digerakkan oleh mahasiswa dari berbagai daerah. Aksi ini menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat, antara lain pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, penolakan proyek strategis nasional, evaluasi program makan bergizi gratis, penolakan RUU Minerba, serta kritik terhadap kebijakan PPN 12 persen.
Dalam bidang ekonomi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dengan fokus pada investasi, ekspor, serta pengembangan sektor strategis seperti pertanian, manufaktur, energi, dan teknologi. Namun, realitas menunjukkan perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 5,1 persen pada tahun 2025–2026 akibat ketidakpastian global. Kondisi eksternal, seperti kebijakan Presiden Donald Trump yang menaikkan tarif impor terhadap barang-barang China, turut memberi dampak pada perekonomian nasional. Di sisi domestik, kebijakan menaikkan PPN menjadi 12 persen pada barang mewah dan jasa juga menimbulkan potensi beban tambahan bagi masyarakat, sehingga memperlebar ketimpangan ekonomi dan memicu konflik sosial.
Pada aspek sosial budaya, Indonesia dihadapkan pada tingginya jumlah bencana alam. Hingga Februari 2025, tercatat 405 kejadian bencana, meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gempa bumi. Beberapa wilayah bahkan masuk kategori rawan tinggi, dengan lebih dari 150 kejadian. Contoh kasus besar adalah bencana di Sukabumi yang melanda 39 kecamatan, serta status "Awas" pada Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur. Dampak bencana ini cukup signifikan: lebih dari 4.900 rumah rusak, ratusan fasilitas pendidikan dan ibadah terdampak, serta menimbulkan korban jiwa sebanyak 85 orang meninggal dunia dan 94 orang luka-luka.
Bidang militer dan pertahanan, juga menghadapi tantangan serius. Sejak awal tahun 2025, Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah melakukan enam kali aksi gangguan keamanan berupa penembakan dan pembunuhan di berbagai wilayah Papua, menunjukkan upaya mereka untuk mempertahankan eksistensi. Selain itu, Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat narkoba, dengan banyaknya kasus penangkapan narkotika oleh aparat TNI AD. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 21,6 kilogram sabu, 8,46 kilogram ganja, dan lebih dari 3.600 butir pil ekstasi. Di sisi lain, terdapat masalah internal berupa kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di kalangan anggota TNI, yang menandakan adanya persoalan psikologis dan kesejahteraan prajurit.
Secara keseluruhan, gambaran kondisi Indonesia awal tahun 2025 menunjukkan bahwa negara ini masih menghadapi tantangan besar yang saling berkaitan. Ancaman ideologi, gejolak politik, perlambatan ekonomi, bencana alam, serta gangguan keamanan dan masalah internal militer menuntut perhatian serius dari semua pihak. Diperlukan koordinasi lintas sektor dan kebijakan yang tepat sasaran agar Indonesia mampu menjaga stabilitas dan terus melangkah menuju pembangunan yang berkelanjutan.
DAY - 2(15 Agustus, 2025)
Materi I : Peran Mahasiswa Di Era Digital
Oleh : Prof. Dr. Sunyono, M.Si.
A. Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi
1. Pemahaman teknologi
Mahasiswa harus memahami alat seperti aplikasi pembelajaran, perangkat lunak, dan platform daring untuk mendukung proses belajar.
2. Pengembangan keterampilan digital
Keterampilan seperti pengkodean, pengelolaan data, dan penggunaan media sosial secara produktif menjadi semakin penting di era digital.
3. Kolaborasi daring
Mahasiswa dituntut untuk mampu bekerja sama dalam tim menggunakan platform atau Google Meet, untuk tugas dan proyek kullah.
B. Membangun Literasi Digital
1. Evaluasi informasi
Mahasiswanya perlu menguasai kemampuan memilah informasi yang akurat dari sumber yang tidak dapat dipercaya di tengah derasnya arus informasi.
2. Etika digital
Mahasiswa harus memahami pentingnya etika dalam penggunaan teknologi, seperti menghormati privasi orang lain dan menghindari plagiarisme.
3. Komunikasi efektif
Penggunaan teknologi untuk menyampaikan ide secara jelas dan menarik melalui presentasi digital email orofesional, atau media sosial.
C. Berkontribusi pada Inovasi
1. Solusi kreatif
Mahasiswa dapat menciptakan aplikasi atau platform yang memecahkan masalah di masyarakat, seperti platform belajar berbasis daring atau aplikasi kesehatan.
2. Partisipasi aktif
Dengan keterlibatan dalam startup teknologi, penelitian digital, atau kegiatan komunitas berbasis teknologi, mahasiswa dapat menjadi agen transformasi digital.
3. Pemanfaatan big data
Kemampuan menganalisis data dalam jumlah besar dapat digunakan oleh mahasiswa untuk menyusun proyek yang berdampak signifikan, seperti analisis tren sosial atau ekonomi.
Pergeseran Metode Pengajaran
Pembelajaran daring
Peralihan ke pembelajaran online membutuhkan pendekatan baru yang memastikan interaktivitas dan keterlibatan siswa tetap terpenuhi.
Metode campuran
Kombinasi pembelajaran tatap muka dan digital menawarkan fleksibilitas, tetapi memerlukan pelatihan bagi pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.
Evaluasi berbasis teknologi
Integrasi teknologi dalam metode penilaian, seperti kuis daring dan portofolio digital, menjadi tren baru yang membutuhkan adaptasi baik dari siswa maupun dosen.
Pemberdayaan Kolaborasi
1. Platform komunikasi
Aplikasi seperti Microsoft Teams atau Zoom mendukung kolaborasi jarak jauh, memungkinkan mahasiswa dari lokasi berbeda untuk bekerja sama.
2. Proyek lintas disiplin
Teknologi membuka peluang untuk tugas atau proyek lintas jurusan, mendorong inovasi dan pemecahan masalah secara kreatif.
3 . Jaringan global
Digitalisasi memberikan akse mahasiswa untuk berkolabor institusi dan individu di selur memperluas wawasan merek global.
Strategi untuk Berkembang di Era Digital
A. Pola Pikir - Belajar Sepanjang Hayat
1. Adaptasi teknologi
Mahasiswa harus terus mempelajari teknologi baru untuk tetap relevan di era yang terus berkembang. Hal ini mencakup penguasaan perangkat lunak, alat digital, dan platform pembelajaran.
2. Pemahaman tren
Memantau tren global dan lokal dalam teknologi memungkinkan mahasiswa untuk melihat peluang pendidikan dan karier yang muncul.
3. Motivasi internal
Membangun rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar tanpa paksaan memastikan bahwa mahasiswa tetap berkembang meski tanpa arahan formal.
Tantangan dan Peluang di Perguruan Tinggi
A. Akses Terbatas terhadap Teknologi
Pendidikan tinggi di era digital menghadapi tantangan besar terkait akses terhadap teknologi. Kesenjangan digital menjadi masalah utama, di mana mahasiswa di wilayah terpencil kesulitan mendapatkan akses ke perangkat (laptop atau tablet) dan koneksi internet yang andal. Biaya tinggi dari perangkat dan layanan internet juga menjadi hambatan bagi keluarga berpendapatan rendah. Masalah ini diperparah oleh ketimpangan infrastruktur digital yang tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia, yang pada akhirnya memperlebar kesenjangan kesempatan belajar.
B. Metode Pengajaran Inovatif
Pergeseran metode pengajaran menjadi peluang untuk inovasi. Penggunaan pembelajaran daring membutuhkan pendekatan baru yang memastikan interaksi dan keterlibatan siswa tetap terjaga. Salah satu solusi adalah metode campuran (blended learning) yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan digital untuk menawarkan fleksibilitas. Selain itu, integrasi teknologi seperti VR, AI, dan portofolio digital dalam pembelajaran menjadi tren baru yang membutuhkan adaptasi baik dari guru maupun dosen.
C. Pemanfaatan Kolaborasi Digital
Pemberdayaan kolaborasi melalui digitalisasi membuka banyak peluang. Platform komunikasi seperti Google Meet dan Zoom memfasilitasi kolaborasi jarak jauh, memungkinkan mahasiswa berdiskusi dan bekerja sama tanpa batasan geografis. Teknologi juga membuka jalan untuk proyek lintas disiplin, yang mendorong inovasi dan pemecahan masalah kreatif. Lebih jauh lagi, digitalisasi memungkinkan mahasiswa untuk terhubung dan berkolaborasi dengan institusi serta individu di seluruh dunia, memperluas wawasan mereka secara global.
Membangun Ketahanan dan Literasi Digital
A. Strategi Ketahanan
Untuk berkembang di era digital, mahasiswa harus memiliki pola pikir belajar sepanjang hayat. Ini dimulai dari adaptasi teknologi yang berkelanjutan, memastikan mereka selalu mengikuti perkembangan terbaru agar tetap relevan. Pemahaman terhadap tren global dan lokal juga penting untuk meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, motivasi internal menjadi kunci, di mana dorongan dari dalam diri sendiri menjadi penggerak utama untuk terus belajar tanpa batas formal.
B. Literasi Digital
Membangun ketahanan diri sangat penting bagi mahasiswa. Fleksibilitas mental dibutuhkan untuk menghadapi perubahan teknologi dan situasi mendadak, memungkinkan mereka tetap tenang dan rasional. Kemampuan pemecahan masalah dengan berpikir kritis sangat penting untuk menemukan solusi kreatif terhadap tantangan yang kompleks di era digital. Terakhir, mahasiswa perlu menguasai manajemen stres dengan menggunakan strategi seperti meditasi, olahraga, atau berbicara dengan mentor untuk menjaga kesehatan mental mereka.
Materi II : Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
Oleh : Prof. Dr. Novita Tresiana, M.Si.
Kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan. Satgas PPKPT Unila dibentuk sesuai Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.
Kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari kekerasan. Satgas PPKPT Unila dibentuk sesuai Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.
Layanan Satgas PPKPT:
- Pelaporan dan pendampingan psikologis
- Bantuan hukum
- Dukungan akademis dengan jaminan kerahasiaan
- Skrining kesehatan mental bersama UPA BK
Materi III : Pencegahan, Pemberantasan, Pwnyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)
Oleh : Tim Satgas P4GN & dr. Tri Umiana Soleha, M.Kes.
UPA BK Unila bekerja sama dengan BNN, LSM, dan lembaga rehabilitasi untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
Strategi P4GN mencakup:
- Edukasi & kampanye kesadaran
- Pendampingan & kebijakan internal
- Kolaborasi eksternal - Pengembangan literasi & inovasi
- Koordinasi layanan
Materi IV : Sosialisasi Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 UNILA, Program BERSINAR (Bebas dari Narkoba)
Oleh : Poliklinik Unila
Melalui Program BERSINAR, Poliklinik Unila memadukan layanan kesehatan dengan edukasi anti-narkoba.
Upaya preventif:
- Screening dini penyalahgunaan narkotika
- Edukasi langsung tentang bahaya narkoba
- Pelayanan kesehatan untuk konsultasi atau pertolongan
Layanan pendukung:
- Konsultasi psikologis melalui e-Konseling UPA BK
- Layanan rawat jalan di Klinik Unila
- Pendampingan korban penyalahgunaan narkoba
- Kemitraan strategis dengan lembaga anti-narkoba
Program edukasi:
- Roadshow ke fakultas-fakultas
- Sosialisasi di PKKMB sejak awal
- Pendidikan untuk organisasi mahasiswa
- Pembentukan relawan anti-narkoba
- Kampanye digital melalui media sosial
Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Beragam UKM di Universitas Lampung diperkenalkan dalam PKKMB 2025, meliputi:
DAY - 3
(19 Agustus, 2025)
Materi I : Pendidikan Tinggi dan Etika Digital
Oleh : Dr. Eng. Helmy Fitriawan, S.T., M.Sc.
Etika berinteraksi di media sosisl :
1. Dalam berintersksi menggunakan bahasa yang baik dan soopan2. Tidak mengandung sara3. Bijaksana dalam memberikan love/like/suka4. Bijaksana dalam meneruskan informasi5. Bjaksana dalam memberikan komentar6. Tidak memberikan makna yang berbeda7. Apabila melakukan screenshoot percakapan sebaiknya tidak digunakan untuk merugikan orang lain8. Ketika membagikan informasi sertakan sumbernya9. Jangan takut untuk melaporkan akun yang bermasalah dan meresahkan10. Jangan memberikan informasi yang bersifat pribadi
Materi II : Pengenalan di Bidang Akademik
Oleh : Dr. Muhammad Irsyad, S.T., M.T.
Karakter yang harus disiapkan sebagai mahasiswa Adalah :
1. Karakter (Jujur, Disiplin, tekun, etika dll, dengan menjalankan agama dengan baik)2. Belajar dg baik sehingga memiliki kompetensi akademik yang mumpuni (IPK tinggi, KTW)3. Soft Skill (mandiri, altif, team work, leadership, komukatif, problem solving, adaptif, kecerdasan emosional, dan berfikir kritis, dengan berorganisasi)
Jumlah sks lulusan dalam masa studi
Rata rata sks per semester Adalah 20 sks mulai semester 3 ditentukan oleh ipk semester sebelumnya untuk S1
Sarana prasarana Biaya Studi dan Beasiswa
A. Sarana Prasarana
1. Gedung Dekanat2. Unit Layanan Terpadu (ULT)3. Gedung Perkuliahan4. Laboratorium5. Aula6. Masjid7. Perpustakaan8. Sarana olahraga
B. Biaya studi
Biaya kuliah tunggal (BKT) merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program stusi di perguruan tinggi.digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa,masyarakat,dan pemerintah.
C. Beasiswa
1. Beasiswa unggulan2. Beasiswa KIP3. Beasiswa bantuan UKT4. Beasiswa Djarum5. Beasiswa Karya Salamba Empat6. Beasiswa Adaro7. Beasiswa Bank Indonesia8. Beasiswa IKAT
Total mahasiswa yang mendapat beasisawa per tahun : 500 mahasiswa
Materi III : Pengembangan Karakter Mahasiswa
Oleh : Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, S.T., M.T.
Mahasiswa perlu memperkuat karakter kemahasiswaannya. Karakter kuat ini dapat diketahui dari ciri-ciri sebagai berikut:
a. Kreatif dan mampu memecahkan masalah dengan tepat,b. Pembelajar yang rajin, kritis, disiplin, berpengetahuan luas dan berwawasan global,c. Mampu berkomunikasi dengan baik,d. Siap mengambil resiko apapun,e. Bekerja keras dan cerdas,f. Mempunyai integritas yang tinggi,g. Toleran, mencintai sesama, fleksibel dalam berinteraksi.
Menjadi mahasiswa pemimpin masa depan dapat membekali diri dengan;
a. Communicationb. Leadershipc. Time Managementd. Positive Attitudee. Adaptabillityf. Collaborationg. Mananging Stressh. Presentationsi. Creativityj. Negotiation
DAY - 4
(20 Agustus, 2025)
Materi I : Pengenalan Nilai Budaya dan Etika
Oleh : Herlina Wati, S.T., M.T.
Nilai-nilai luhur kampus:
1. Integritas: Jujur, Tidak Plagiarisme, Konsisten, dan Menghormati Etika.2. Tanggung Jawab.3. Rasa Hormat.4. Toleransi.
Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus
Kesetaraan dan Well-Being Student:
- Egaliter (Kesetaraan).- Saling Menghargai.- Keseimbangan Fisik, Mental, Emosional, dan Sosial.- Suasana Harmonis dan Produktif.
Etika Digital dan Jejak Online:
- Terampil Berkomunikasi.- Pertimbangkan Etika.- Jaga Jejak Digital- Bangun Citra Positif.
Kesan
PKKMB Universitas Lampung dengan tema 'Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak Untuk Indonesia Emas 2045' adalah sebuah kegiatan yang sangat berkesan untuk saya sebagai Mahasiswa Baru. Saya merasa takjub melihat banyaknya mahasiswa-mahasiswa lainnya yang sama dengan saya, mengenal banyaknya perbedaan pembelajaran pada tingkat Universitas, mengetahui seluk beluk masing-masinh program studi yang mencakup sivitas maupun fasilitas. Saya bangga menjadi bagian dari Universitas Lampung dan saya berharap dapat berkomitmen untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan Universitas Lampung.
Pesan
Saya sendiri berharap PKKMB Universitas Lampung dengan tema 'Mahasiswa Tangguh, Inklusif, dan Berdampak Untuk Indonesia Emas 2045' dapat dirasakan seluruh mahasiswa baru Universitas Lampung, yaitu dijalankan secara full luring. Tetapi sejatinya, PKKMB Universitas Lampung yang dilaksanakan sencara hybrid sudah memenuhi ekspektasi tinggi saya terhadap Universitas Lampung.
0 Komentar